BAB VI KERAPATA BUTIR TANAH (BJ)

A. Tujuan Praktikum
Untuk menentukan kerapatan butir tanah regosol.
B. Tinjauan Pustaka
Kerapatan Butir Tanah menyatakan berat butir-butir padat tanah yang terkandung di dalam tanah. Menghitung kerapatan butir tanah, berarti menentukan kerapatan partikel tanah dimana pertimbangan hanya diberikan untuk partikel yang solid. Oleh karena itu kerapatan partikel setiap tanah merupakan suatu tetapan dan tidak bervariasi menurut jumlah ruang partikel. Untuk kebanyakan tanah mineral kerapatan partikelnya rata–rata sekitar 2, 6 gram/cm3. Kandungan bahan organic di dalam tanah sangat mempengaruhi kerapatan butir tanah, akibatnya tanah permukaan biasanya kerapatan butirnya lebih kecil dari subsoil. Walau demikian kerapatan butir tanah tidak berbeda banyak pada tanah yang berbeda, jika tidak, akan terdapat suatu variasi yang harus mempertimbangkan kandungan tanah organik atau komposisi mineral.
Porositas adalah proporsi ruang pori total (ruang kosong) tang terdapat dalam satuan volume tanah yang dapat ditempati oleh air dan udara, sehingga merupakan indikator kondisi drainase dan aerasi tanah. Porositas dapat ditentukan melalui 2 cara, yaitu menghitung selisih bobot tanah jenuh dengan bobot tanah kering dan menghitung ukuran volume tanah yang ditempati bahan padat. Komposisi pori-pori tanah ideal terbentuk dari kombinasi fraksi debu, pasir, dan lempung. Porositas itu sendiri mencerminkan tingkat kesarangan untuk dilalui aliran masa air (permeabilitas, jarak per waktu) atau kecepatan aliran air untuk melewati masa tanah (perkolasi, waktu per jarak). Kedua indikator ini ditentukan oleh semacam pipa berukuran non kapiler (yang terbentuk dari pori-pori makro dan meso yang berhubungan secara kontinu) di dalam tanah. Hal tersebut menekankan bahwa tanah permukaan yang berpasir memiliki porositas lebih kecil daripada tanah liat. Sebab tanah pasir memiliki ruang pori total yang mungkin rendah tetapi mempinyai proporsi yang besar yang disusun oleh komposisi pori-pori yang besar yang efisien dalam pergerakan udara dan airnya. Ini berarti karena prosentase volume yang terisi pori-pori kecil pada tanah pasir menyebabkan kapasitas menahan air nya rendah. Maka tanah-tanah yang memiliki tekstur halus, memiliki ruang pori lebih banyak dan disusun oleh pori-pori kecil karena proporsinya relatif besar.  
C. Prinsip Kerja
a. Bahan dan alat
1. Contoh tanah kering udara  2 mm
2. Piknometer
3. Kawat pengaduk halus
4. Termometer
b. Cara kerja
1.  Menimbang piknometer kosong bersumbat (misal a gram). Isilah dengan air sampai diatas leher, pasang sumbatnya hingga air dapat mengisi pipa kapiler sampai penuh.
2.  Menimbang piknometer penuh air ini (misal b gram), pada suhu tersebut didalam daftar tabel BJ.
3.  Membersihkan dan keringkan piknometer dari air, isilah piknometer tersebut dengan tanah kira-kira 5gram kira-kira 3/4cm jika volume piknometer 25 ml, pasang sumbatnya dan timbang (misal c gram)
4.  Menambahkan air kealam piknometer sampai separuh volume, aduk dengan kawat supaya gelembung udara keluar (bantu dengan menggoyang-goyang piknometer). Pasang sumbatnya dan biarkan semalam.
5.  Mengulangi pengadukan dengan menggunakan kawat, biarkan sebentar untuk mengendapkan sebagian beasr tanahnya. Tambahkan air sampai penuh dengan cara seperti langkah 1. Usahakan agar suspensi tidak terauk.
C. Perhitungan
a.  Berat piknometer kosong + sumbat                   = 15,16 g
b.  Berat a + air sampai tanda                                 = 40,03 g
c.  Berat piknometer + contoh tanah                      = 20,18 g
d.  Berat a + air + contoh tanah                              = 42,98 g
e.  Hitung tabel +1 = 30 %             BJ1                  = 0,9952
f.  Hitung tabel +2 = 31 %             BJ2                  = 0,9954
1.    Berat Tanah Kering Mutlak
2.    Volume Total Butir – butir tanah
E. Pembahasan
Dari hasil perhitungan yang diperoleh, kerapatan butir tanah regosol sebesar 2,35 g/cm3. Kerapatan butir tanah di perloleh dari pembagian antara berat tanah kering mutlak de09ngan volume total butir tanah, kebanyakan tanah mineral kerapatan partikelnya rata-rata sekitar 2,6 gram/cm3, tanah regosol yang diamati mempunyai kerapatan berat butir tanah lebih kecil dibandingkan dengan rata –rata yang lainnya. Selisih tersebut bisa dikarenakan akibat adanya perbandingan kandungan bahan organik yang ada di alam tanah, karena kerapatan butir tanah dapat dipengaruhioleh beberapa faktor seperti pengolahan tanahnya, bahan organik, tekstur, struktur dan kandungan air tanahnya. Sedangkan porositas merupakan total uang pori yang ada di dalam tanah ( bagian yang tidak terisi oleh bahan padatan tanah). Pori di dalam tanah itu dibedakan menjadi dua, yaitu pori makro dan pori mikro. Dari hasil analisis labortorium, didapatkan mengenai nilai porositas tanah regosol yaitu sebesar 43 %. Hasil ini menunjukan bahwa sifat dari sampel tanah regosol yang diteliti mendekati porositas untuk  jenis tanah mineral yaitu sebesar 50%, sesuai dengan sifat tanah regosol yang memiliki tekstur berupa pasiran dengan sifatnya yang mudah meloloskan air.
F.   Kesimpulan
            Kerapatan butir tanah (BJ) menyatakan berat butir – butir padat tanah yang terkandung di dalam tanah. Dari hasil yang diperoleh dari perhitungan tanah regosol, mendapatkan hasil sebesar 2,35 g/cm3.
G. Daftar Pustaka
Anonim. 2009. Mengenal Jenis Tanah di Dunia. www.google.com. Diakses tanggal 30 April 2012, pukul 19.00 WIB.
Darmawijaya, Isa M. 1990. Klasifikasi Tanah. Gadjah Mada University. Yogyakarta.
Foth, H.D. 1988. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Gadjah Mada University Press.      Yogyakarta.

0 komentar:

Poskan Komentar

anime © 2008 Template by:
SkinCorner