KADAR LENGAS MAKSIMUM TANAH




BAB IV
KADAR LENGAS MAKSIMUM TANAH

A. Tujuan Praktikum
Untuk menetapkan kadar lengas maksimum yang terkandung dalam tanah.
B. Tinjauan Pustaka
      Kadar lengas maksimum tanah adalah persen berat lengas yang terbanding oleh tanah kering mutlak, yaitu tanah yang sudah di oven dalam suhu 105-110°C selama 4 jam secara terus menerus. Dalam keadaan biasa tanah selalu mengandung lengas walaupun sedikit. Lengas maksimum tanah menempati ruang pori-pori makro dan mikro sehingga mendesak keluar dari tanah
Gaya ikat tanah (fase padat) akan air menentukan gerak atau aliran zat cair tersebut serta ketergantungannya bagi tumbuh-tumbuhan oleh karena sebagian lengas hilang terambil tumbuh-tumbuhan, maka yang tertinggal hanyalah yang ada di pori renik dan sebagian selaput tipis di sekeliling zarah tanah
C. Prinsip Kerja
a. Bahan dan alat
1. Contoh tanah kering udara q 2,0 mm.
2. Piring tembaga kecil dengan dasar berlubang.
3. Kertas saring kasar, kuas, spatel, dan gelas arloji.
4. Timbangan, oven, eksikator.
b. Cara kerja
1. Mengambil contoh tanah kering udara q 2,0 mm secukupnya, kemudian menumbuknya secara memutar dengan mortar. Saring tanah dengan saringan 0,5 mm. menumbuk sisa tanah sampai tidak ada agregat tanah yang tertinggal atau sisanya tidak dapat ditumbuk lagi. Mencampurkan sisa tanah tersebut yang telah disaring secara merata.
2. Mengambil piring tembaga berlubang dan alasi dengan kertas saring di dalam piring tembaga sampai jenuh (dengan botol semprot) dan timbang dengan mengalasi gelas arloji (misal = a gram)
3. Menuangkan contoh tanah secara merata 1/3 tinggi piring merata. Ketuk-ketuk piring hingga 20 kali agar butir tanah tersusun rata. Kemudian tambah contoh tanah sampai 2/3 tinggi piring dan ketuk-ketuk lagi akhirnya penuhkan piring tembaga dengan contoh tanah dan diketukan lagi. Ratakan permukaannya dengan spatel tanpa menekan.
4. Merendam dalam piring porselin yang diisi air setinggi piring tembaga selama 12-16 jam (1malam)
5.  Setelah merendamkan kemudian meratakan permukaan tanah yang mengembang dengan spatel tanpa menekan. Kemudian menimbang botol tembaga+tanah jenuh air dengan diberi alas gelas arloji (misal=b gram)
6.  Memasukkan kedalam oven selama 24 jam pada suhu 105°-110° C. setelah kering mutlak tercapai, keluarkan piring  tembaga+tanah kering mutlak dengan arloji yang sama (misal = c gram)
7.  Membersihkan tanah dari piring tembaga+kertas saring kemudian menimbang piring tembaga+kertas saring dengan gelas arloji bersamaan (misal = b gram)
D. Perhitungan
berat gelas arloji + cawan tembaga+ kertas filter jenuh air            = 66,176 g
berat a + contoh tanah jenuh                                                          = 108,492 g
berat b setelah di oven                                                                   = 93,355 g
berat b setelah contoh tanahnya di buang                                      = 66,842 g
E. Pembahasan
Kadar lengas maksimum menyatakan banyaknya lengas yang mampu diikat dari jumlah yang maksimal sehingga seluruh pori tanah baik mikro maupun makro terisi air dan tanah dalam keadaan jenuh. Dari hasil pengamatan dan praktikum di peroleh kadar lengas maksimal sebesar 54,93 %.
Tanah regosol merupakan tanah yang terdiri atas pecahan-pecahan batuan maupun kuarsa yang merupakan mineral paling banyak dalam fraksi ini. Karena teksturnya pasiran, tanah ini mempunyai permeabilitas dan infiltrasi yang cepat dan juga memiliki daya menahan air yang rendah sehingga air yang tersedia juga rendah seperti yang kita lihat bahwa tanah regosol mengandung 54,93 % lengas maksimum.
F. Kesimpulan
Tanah regosol mengandung lengas maksimum sebesar 54,93 %, karena tanah regosol mempunyai tekstur yang pasiran maka tanah regosol susah untuk menahan air atau air mudah lepas dari tanah, sehingga tanah regosol hanya mampu mengandung lengas maksimum sebesar 54,93 %.
G. Daftar pustaka
Anonim. 2009. Mengenal Jenis Tanah di Dunia. www.google.com. Diakses tanggal 30 April 2012, pukul 19.00 WIB.

Darmawijaya, Isa M. 1990. Klasifikasi Tanah. Gadjah Mada University. Yogyakarta.

Foth, H.D. 1988. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Gadjah Mada University Press.      Yogyakarta

0 komentar:

Poskan Komentar

anime © 2008 Template by:
SkinCorner