laporan dasar-dasar ilmu tanah kadar lengas kering udara




BAB III
KADAR LENGAS KERING UDARA

A. Tujuan Praktikum
Untuk menetapkan kadar lengas kering udara tanah gumpal, Ø 2 mm, dan Ø 0,5 mm, serta faktor yang mempengaruhinya.
B. Tinjauan Pustaka
Kadar lengas tanah sering disebut sebagai kandungan air moisture yang terdapat dalam pori tanah. Satuan untuk menyatakan kadar lengas tanah dapat berupa persen berat atau persen volume. Berkaitan dengan istilah air dalam tanah, secara umum dikenal 3 jenis, yaitu (a) lengas tanah soil moisture adalah air dalam bentuk campuran gas (uap air) dan cairan; (b) air tanah soil water yaitu air dalam bentuk cair dalam tanah, sampai lapisan kedap air, (c) air tanah dalam ground water yaitu lapisan air tanah continue yang berada ditanah bagian dalam. Beberapa faktor yang memepengaruhi kandungan lengas dalam tanah antara lain analisis iklim, kandungan bahan organik, fraksi lempung tanah, topografi, dan adanya bahan penutup tanah baik organik maupun anorganik. Bahan organik dalam tanah dapat didefinisikan sebagai sisa-sisa tanaman dan hewan di dalam tanah pada berbagai pelapukan dan terdir dari organisme yang masih hidup ataupun yang sudah mati. Di dalam tanah, bahan organik bisa berfungsi dan memperbaiki sifat kimia, fisika, biologi tanah sehingga ada sebagian ahli menyatakan bahwa bahan organik di dalam tanah memiliki fungsi yang tidak tergantikan. Tanah dengan kandungan bahan organik tinggi mempunyai kapasitas penyangga yang rendah apabila basah. Kemampuan tanah untuk menyimpan air salah satunya air hujan menentukan juga spesies apa yang tumbuh. Kadar lengas merupakan salah satu sifat fisika tanah untuk mengetahui kemampuan penyerapan air dan ketersediaan hara pada setiap jenis tanaman.
Lengas tanah merupakan air yang terdapat dalam tanah yang terikat oleh berbagai kakas (matrik, osmosis, dan kapiler). Kakas ini meningkat sejalan dengan peningkatan permukaan jenis zarah dan kerapatan muatan elektrostatik zarah tanah. Tegangan lengas tanah juga menentukan beberapa banyak air yang dapat diserap tumbuhan. Bagian lengas tanah yang tumbuhan mampu menyerap dinamakan air ketersediaan. Keberadaan lengas tanah dipengaruhi oleh energi pengikat spesifik yang berhubungan dengan tekanan air. Status energi bebas (tekanan) lengas tanah dipengaruhi oleh perilaku dan keberadaannya oleh tanaman. Lengas tanah dipengaruhi oleh keberadaan gravitasi dan tekanan osmosis apabila tanah dilakukan pemupukan dengan konsentrasi tinggi.
Di dalam tanah, air berada di dalam ruang pori diantara padatan tanah. Jika tanah dalam keadaan jenuh air, semua ruang pori tanah terisi air. Dalam keadaan ini jumlah tanah yang disimpan di dalam tanah merupakan jumlah air maksimum disebut kapasitas penyimpanan air maksimum. Selanjutnya jika tanah dibiarkan mengalami pengeringan, sebagian ruang pori akan terisi udara dan sebagian lainnya terisi air. Dalam keadaan ini tanah dikatakan tidak jenuh.
C.  Prinsip Kerja
a. Bahan dan alat
1. Tanah q 2,0 mm (tanah halus)
2. Tanah q 0,5 mm
3. Tanah gumpalan
4. Botol timbang
5. Timbangan, oven, dan eksikator
b. Cara kerja
1. menimbang botol penimbang kosong, bersih, tertutup (misal a gr).
2. memasukkan contoh tanah ke dalam botol penimbang sampai kira-kira separuh penuh kemudian menimbang botol penimbang berisi tanah ini. Tertutup (misal  b gr)
3. Dengan tutup terbuka memasukkan botol penimbang berisi contoh tanah ke dalam dapur pengering  yang telah diatur panasnya setinggi 1050 – 1100C dan membiarkan selama paling sedikit  4 jam (lebih lama lebih baik, tetapi jangan sampai kurang)
4. Setelah sampai pada waktunya penimbang kembali ditutup serapat-rapatnya dan mengeluarkan dari dapur pengering dan dibiarkan dingin.
5. Setelah dingin (kira-kira 15 menit) kemudian baru menimbang (misal c gr) .
6. Melakukan langkah-langkah 1  s/d  4 untuk contoh tanah-tanah yang lain.
D.  Perhitungan
Kadar lengas contoh tanah kering udara gumpalan
a. berat botol timbang kosong       = 43,12 g
b. berat a + contoh tanah              = 49,28 g
c. berat  b setelah di oven             = 49,08 g
Duplo kadar lengas kadar contoh tanah gumpalan
a. kadar botol timbang kosong      = 22,00 g
b. berat a + contoh tanah              = 26,84 g
c. berat b setelah di oven              = 26,78 g
Jadi KL contoh tanah gumpalan    %
                                                       2,3 %
Kadar lengas contoh tanah kering udara Ø 2 mm
a. berat botol timbang kosong       = 26,59 g
b. berat a + contoh tanah              = 33,91 g
c. berat b setelah di oven              = 33,72 g
 %
Duplo kadar lengas contoh tanah kering udara Ø 2 mm
a. berat botol timbang kosong       = 23,30 g
b. berat a + contoh tanah              = 31,65 g
c. berat b setelah di oven              = 31,45 g
Jadi KL contoh tanah q 2 mm      =
                                                      = 2,55 %
Kadar lengas contoh tanah kering udara Ø 0,5 mm
a. berat botol timbang kosong       = 24,70 g
b. berat a + contoh tanah              = 31,71 g
c. berat b setelah di oven              = 31,60 g
Duplo kadar lengas contoh tanah kering udara Ø 0,5 mm
a. berat botol timbang kosong       = 24,7 g
b. berat a + contoh tanah              = 31,21 g
c. berat b setelah di oven              = 31,12 g
Jadi KL contoh tanah Ø 0,5 mm  
 %
E.  Pembahasan
Tanah Ø 2 mm terdapat lengas sebanyak 2,55 % karena tanah Ø 2 mm lengasnya berada di pori-pori makro sehingga mudah menguap dan luas permukaannya tidak besar, jadi penguapannya tidak besar, tanah Ø 0,5  terdapat lengas sebanyak 1,45 % karena tanah Ø 0,5 lengasnya berada di pori-pori mikro sehingga susah menguap dan luas permukaannya besar jadi begitu di oven penguapannya besar, dan tanah gumpal terdapat lengas sebanyak 2,30 karena tanah gumpal lengasnya berada di pori-pori makro dan mikro.
F.   Kesimpulan
Jadi tanah yang berdiameter Ø 2 mm lengas berada di pori-pori makro sehingga mudah menguap dan luas permukaannya tidak besar, jadi pengupannya tidak besar. Tanah yang berdiameter Ø 0,5 lengas berada di pori-pori mikro sehingga susah untuk menguap dan mempunnyai luas permukaan yang besar sehinga begitu di oven penguapannya besar. Tanah gumpal lengas berada di pori-pori mikro dan makro dan mempunyai luas permukaan yang berbeda.
G.  Daftar Pustaka
Arsyad, S. 1979. Konservasi Tanah. Jurusan Tanah, Fakultas Pertanian, IPB. Bogor.

Hardjowigeno, Sarwono. 1987. Ilmu Tanah. Mediyatama. Sarana Perkasa. Jakarta.

Sutanto, R. 2005. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Kanisius. Yogyakarta.

0 komentar:

Poskan Komentar

anime © 2008 Template by:
SkinCorner